Posted on

Manga adalah tidak benar satu budaya pop kultur Jepang yang terlampau mendunia, sama dengan anime Kedatangan manga merupakan sebuah karya yang terlampau menghibur.

Mangadop sudah hadir lebih pernah daripada anime, lebih-lebih banyak manga-manga yang terkenal beroleh adaptasi anime, Artforia kini akan membagikan beberapa petunjuk manga terbaik untuk tahun 2019 pas ini yang lebih-lebih terhitung layak beroleh adaptasi animenya.

mangadop

Selain terkenal dengan JPop, harajuku, dan lolita-nya, Jepang terhitung terkenal dengan karakter manga-nya. dan beberapa di antaranya yang sangat terkenal di Indonesia dan jadi favorit para anak muda dan anak-anak. Sebut saja serial Dragon Ball, Doraemon, dan One Piece yang sampai saat ini tak pernah kehilangan penggemarnya. pembuatan karakter keren ini tak lepas dari buah pikir dan kerja keras seorang mangaka.

Mangaka adalah orang yang bekerja memicu karakter manga di Jepang, atau jika di Indonesia disebut komikus.

  1. Mangaka Bekerja cocok Arahan Editor

Pekerjaan mangaka yang ‘sekedar’ menuangkan gagasan di dalam wujud gambar barangkali tak sepenuhnya salah. Tapi mengetahui nggak sih, mangaka musti bolak balik ngerasain tidak diterima editor sebelum saat gambar mereka terbit di majalah

  1. Mangaka Juga Butuh Asisten

Perjuangan jadi seorang mangaka terkenal nggak hanya berhenti di meja editor. Mereka terhitung wajib duduk berjam-jam untuk menggambar manga dengan tangan. Dengan pas 10 jam per hari lebih-lebih lebih, tidaklah cukup untuk merampungkan 20 halaman seminggu.

Karenanya seorang mangaka akan melacak asisten untuk membantunya merampungkan deadline manga-nya. Kadang jumlah asisten seorang mangaka mampu lebih dari satu. Para asisten ini mempunyai tugas untuk menebalkan gambar atau menghapus beberapa anggota dan kegiatan pendukung lainnya.

  1. Padat dan Ketatnya Jadwal Kerja Mangaka

Meski mempunyai finansial tinggi, seorang mangaka mempunyai kehidupan yang nggak manusiawi banget. Selain pembuatan manga yang menghabiskan pas 10 jam lebih seperti yang disebutkan di atas, mereka terhitung hanya mempunyai pas tidur pada 3 sampai 6 jam per hari.

  1. Tetap Berkarya Meski Tertekan Tingkat Dewa

Kurangnya jatah tidur, pola makan yang serba delivery, dan duduk berjam-jam, memicu para mangaka berbahaya tinggi diserang penyakit. Mulai dari penyakit ginjal, jantung, atau pun pencernaan.

Karena itulah jadi seorang mangaka terhitung wajib mempunyai strategi tertentu untuk menghindari problem kesehatan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *